Langsung ke konten utama

Postingan

Arafah

Ya Allah... Di hari Arafah ini, aku ingin meminta sesuatu yang besar. Tiada yang mustahil bagi Engkau. Ya Allah, jaga dan lindungi diriku, orang tuaku, keluargaku, sahabatku, guru-guruku, teman-temanku, dan semua orang yang mengenal diriku. Ya Allah, berikan ketenangan hati dan pikiran untuk diriku ini. Ya Allah, berikan aku kenikmatan dalam beribadah.  Ya Allah, berikan kesehatan jasmani dan rohani untuk diriku. Buat aku selalu yakin atas jadwal haid dan suciku agar pikiranku tenang beribadah kepada-Mu Ya Allah, selalu yakinkan aku atas segala sesuatu yang aku usahakan di jalan-Mu. Ya Allah, mudahkan jalanku untuk menjalani takdir yang telah Engkau tetapkan. Ya Allah, izinkan aku menjelajah alam semesta yang telah Engkau ciptakan sangat indah ini. Ya Allah, ampuni semua dosa dan khilafku, juga dosa-dosa orang lain. Ya Allah, berikan aku kelancaran rezeki setiap hari. Rezeki berupa uang yang banyak dan berkah, teman yang baik, lingkungan yang mendukung. Ya Allah, berikan aku dompet...
Postingan terbaru

MOTIVASI DAN ENTREPRENEUR

Hari ini aku belajar tentang motivasi yang dimiliki oleh seorang entrepreneur. Lebih jauh, motivasi ini mencakup  Entrepreneurial Passion , Positive dan Negative Affect, dan Entrepreneurial Orientation. *Apa itu  Entrepreneurial Passion ?*   Passion  dapat diartikan gairah, dorongan, dan semangat.  Entrepreneurial Passion adalah prinsip dasar untuk memulai sebuah bisnis karena merangsang motivasi, meningkatkan aktivitas intelektual, dan memberi makna pada pekerjaan sehari-hari.  Entrepreneurial Passion ini dapat diamati dalam proses berbisnis karena mendorong para pengusaha untuk mencapai tujuan kewirausahaan. Bila seorang pengusaha kurang dalam passion , makan akan mengakibatkan terputusnya koneksi "pengusaha" dan berdampak pada gagalnya entrepreneurship .  Entrepreneurial Passion ditunjukkan dengan berkembangnya perasaan positif pelaku usaha dan meningkatnya motivasi dalam menghadapi situasi ketidakpastian dan menurunnya sumber daya....

#1 Latihan: Dari Mana Datangnya "Emosi Ini"?

Latihan Dari Mana Datangnya "Emosi Ini"? bertujuan untuk membantu Anda memahami lebih dalam tentang emosi-emosi yang Anda rasakan. Latihan ini bersumber dari buku "The Book You Wish Your Parents Had Read" karya Philippa Perry halaman 18. " Perhatikanlah seberapa sering Anda merasa marah, merasa paling benar sendiri, tersinggung, panik, malu, membenci diri sendiri, atau terasing. Temukan pola dalam bereaksi terhadap emosi ini. Tinjaulah ketika Anda pertama kali merasakannya, telusuri masa kecil Anda, ketika Anda mulai meresponsnya. Dengan begitu, Anda akan mulai memahami sejauh mana reaksi itu menjadi kebiasaan. Dengan kata lain, respons yang sama akan terjadi karena telah menjadi kebiasaan, ketimbang berkaitan dengan situasi saat ini." Setelah membaca bagian tersebut, saya mulai memikirkan dan menelusuri perasaan saya sendiri.  Yang terpikirkan oleh saya saat ini adalah perasaan membenci diri sendiri.  Saya lupa tepatnya kapan, namun yang saya ingat, peras...

Kinanthi: Terlahir Kembali

Kinanthi: Terlahir Kembali Sebuah review, Kinanthi: Terlahir Kembali karya Tasaro G.K. terbit pada tahun 2013 dengan halaman berjumlah 536.  Aku menemukan novel itu, bahkan aku baru pertama kali mendengarnya karena rekomendasi salah seorang teman, dan aku memutuskan untuk meminjamnya, baru selesai kubaca beberapa hari lalu.  Inilah penilaianku, sebagai seseorang yang telah suka membaca novel sejak belasan tahun lalu.  Novel  Kinanthi: Terlahir Kembali merupakan novel  yang bagus. Jika diharuskan untuk memberikan nilai dalam bentuk angka, aku akan menjawab 8,5 dari 10. Novel yang membuatku berpikir bahwa perjalanan hidup seseorang itu sangat luar biasa, terlebih bagi seorang perempuan bernama Kinanthi.  Banyak emosi negatif yang dirasakan oleh Kinanthi, terutama kesedihan. Kesedihan ini dimulai ketika tidak ada teman seumuran yang mau bermain dengannya, ia yang dihina oleh orang-orang di desanya, ia yang tidak mau "dijual" oleh orang tuanya, ia yang tida...

25

Happy fully developed prefrontal cortex, begitulah aku menyebut hari ini, hari di mana prefrontal cortex (PFC) telah berkembang secara sempurna daripada dengan gamblang menyebut ulang tahun yang ke dua puluh lima.  Menjalani kehidupan seperempat abad, apakah memang ini jalanku? Aku membaca surat yang aku tulis pada hari ulang tahunku 2019 untuk diriku sendiri di tahun 2025. Sebelum membacanya, ada perasaan tidak nyaman dan merasa sedikit bersalah karena aku tidak dapat memenuhi harapan yang aku tuliskan pada umur sembilan belas tahun. Namun, setelah aku membacanya, perasaan itu berubah menjadi perasaan yang menggelikan. Aku merasa geli ketika aku membaca rangkaian kata-kata yang aku susun. Sangat sangat sangat buruk. Tentunya,  dipenuhi oleh ekspektasi yang sangat tinggi, setinggi khayalan yang tidak akan tergapai. Dalam tulisan tersebut, aku bermimpi banyak hal. Dengan pikiran idealis yang terlalu sulit untuk diwujudkan. Sekarang, aku ingin membedahnya satu per satu biar aku,...

Kenangan Our Beloved Summer

Suatu waktu, ada orang asing yang aku hubungi lewat direct message salah satu aku media sosial. Setelah beberapa obrolan ringan terjadi, obrolan berlanjut tentang dunia drama Korea.  Dia bertanya, "drama yang berkesan banget banget di kamu drama apa?"  Orang asing tersebut tidak bertanya tentang drama yang aku sukai atau drama yang pertama kali aku tonton. Tapi justru ia bertanya tentang "drama yang berkesan banget". Sebelumnya, aku tidak pernah berpikir tentang kesan yang aku dapatkan ketika aku selesai menonton suatu drama. Namun, dari puluhan drama yang telah aku tonton, ada satu drama yang menurutku memiliki nilai yang lebih ketimbang yang lain. "Our Beloved Summer," aku menjawab. Drama Korea tersebut memiliki arti lebih bukan hanya dari kisah yang diperankan oleh pemainnya, namun juga orang yang merekomendasikan drama tersebut. Aku bernostalgia. Aku teringat juga pernah " mereview " sekilas  our-beloved-summer  di Blogger ini. Setelah aku me...

Lama

Tulisan ini berjudul "Lama". Bukan tanpa maksud aku memberinya judul tersebut. Rasanya memang sudah lama aku tidak bercerita melalui kata-kata tentang hari-hariku, tentang apa yang aku rasakan, tentang apa yang aku pikirkan, dan tentang apa pun yang membuatku ingin menulis. Jika dilihat dari terakhir kali postinganku yang berisi curhatan, itu sudah 2 bulan yang lalu. Ya, sudah 2 bulan aku tidak meluapkan apa yang ada di dalam diriku. Apakah aku baik-baik saja sekarang? Mungkin, iya. Aku merasa jauh lebih baik sekarang. Ini bukan tentang sifatku yang berubah menjadi baik. Sungguh, bukan itu. Melainkan apa yang ada di dalam diriku. Pikiranku lebih terkontrol, perasaanku lebih tenang, dan aku merasa hidupku lebih damai sekarang.