Langsung ke konten utama

AKHIR JANUARI

Tiba di penghujung Januari, bulan pertama di tahun 2024. 31 hari telah berlalu. Apa kesimpulan selama satu bulan ini? Apakah banyak cerita? Tentu. Setiap hari memiliki cerita. Baik cerita yang dapat diceritakan secara lisan maupun tulisan, atau pun cerita yang hanya dapat dirasakan dan dipendam. 

Jika ditinjau kembali dalam satu bulan ini, kesedihan mendominasi dengan persentase 65%. 20% selanjutnya adalah kebahagiaan. Dan sisanya adalah kehidupan yang berisi kegiatan repetitifter dengan kesan membosankan hingga merasa datar-datar saja. Ya seperti itulah... 

Ada satu hal yang membuatku berpikir aku bisa mewujudkan mimpiku perlahan-lahan. Perlahan... Aku berani untuk melangkah, bukan hanya diam di tempat memandangi teman-temanku berlari kesana kemari. Langkahku perlahan karena aku masih terikat dengan tali yang cukup erat hingga sulit untuk bergerak. Aku menunggu saat dimana aku bisa lepas dari tali itu. Bagaimana pun caranya, aku akan berusaha untuk melepaskan diri. Dengan harapan, aku bisa segera berlari mengejar mimpiku, menuju ke tempat yang indah sesuai dengan impian awalku. 
Mungkin, langkah pertamaku bukan langkah yang luar biasa. Tapi lebih dari itu, aku melawan ketakutan dan kekhawatiranku sendiri. Bayang-bayang gagal mengiringinya. 

Sebentar lagi... Aku akan merentangkan sayapku. Setelah aku bisa bisa menyembuhkan sendiri sayapku yang telah dirusak. 

Aku akan selalu menantikan cerita-cerita lain di hari-hariku berikutnya. Semoga langkahku lebih lebar lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA PUN

Sejujurnya, ada hal yang mengusik pikiranku selama 7 bulan terakhir ketika aku membuka akun blogger ini. Selain mengusik, hal itu juga menjadi pertanyaan yang ingin aku temukan jawabannya. Adalah, Bagaimana mungkin orang-orang bisa membaca tulisan-tulisanku? Dari pencarian yang mana, mereka bisa sampai di halaman yang isinya hanya omong kosong? Apakah itu sebuah ketidaksengajaan? Atau mungkin saja, sengaja? Dalam setiap tulisanku selama 7 bulan ini, ada beberapa orang yang melihatnya. Jumlahnya tak banyak, bisa dihitung dengan jari tangan kanan.  Memang, aku ingin menjadi penulis yang terkenal. Tapi, rasanya aneh jika ada orang yang membaca tulisanku. Aku? Merasa tidak percaya diri ketika ada orang yang membacanya. Kebiasaanku yang mungkin "buruk" ketika aku menulis adalah aku tidak bisa membaca kembali apa yang sudah aku tulis. Rasa yang aku berikan ketika aku menulis dengan rasa ketika aku telah selesai menulisnya itu sangat berbeda, menurutku. Ada tulisan yang aku buat ket...

Lagu Itu...

Lagu itu... Adalah sebuah lagu yang mengingatkanku akan dirinya. Lagu yang pernah ia bilang sebagai "musik pertama" yang membuatnya "penasaran". Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaanku padanya sekarang. Dalam doaku terakhir kali, aku meminta jika ia bukan jodohku, semoga Tuhan menghapuskan segalanya tentang dia. Apa pun; perasaan, pikiran, serta kenangan yang pernah aku lalui bersama. Dan sekarang, orang itu masih memiliki sedikit tempat di hidupku. Entah bakal bertahan berapa lama, aku pun tak bisa menjawabnya.  Sampai Jadi Debu-Banda Neira . Kembali, tentang lagu. Karena orang tersebut, aku ikut mendengarkannya. Bukan karena aku suka, tapi orang yang aku suka menyukai lagu itu, aku jadi ikut suka. Setiap aku mendengarkan musik dalam mode santai, wajib bagi diriku untuk memutarnya. Dengan diiringi keheningan malam, setiap mendengar lagunya, menikmati alunan musiknya, mencoba memahami makna dalam setiap liriknya, pikiranku tertuju pada bayang-bayang yang tid...

Tentang Ziggy

Ziggy? Siapa Ziggy? Ziggy siapa? Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, seorang penulis Indonesia yang telah menerbitkan banyak buku. Aku menulis Tentang Ziggy sebagai wadah baru untuk menuangkan apa yang ada di dalam otakku setelah membaca beberapa buku karyanya.  Mari kita mulai. Aku telah membaca Di Tanah Lada (2015), Jakarta Sebelum Pagi (2016), White Wedding (2016), dan yang baru saja selesai Semua Ikan Di Langit (2017). Dan keempatnya aku baca di iPusnas. Bagaimana pada mulanya aku bisa membaca novel karangannya? Aku lupa persis kapan. Tapi, berdasarkan ingatanku yang ternyata tidak sekuat yang aku bayangkan, aku mulai mengetahui namanya dari Twitter―sebelum berubah nama menjadi X. Banyak orang yang berkomentar dalam sebuah Tweet tentang buku yang membuat orang yang telah selesai membacanya merasa kosong, dan mereka menulis "Di Tanah Lada" atau "novel karya Ziggy". Di lain itu, pada waktu yang lain, banyak orang yang menyayangkan tentang berita yang menyatakan bah...