Langsung ke konten utama

AWAL(?)

Entahlah... 

Orang-orang entah itu keluargaku, saudaraku, tetanggaku, mulai mengkhawatirkan diriku. 

Aku yang mengurung diri di rumah, jarang keluar rumah untuk bersosialisasi dengan orang lain adalah penyebab kekhawatiran tersebut. Padahal, selama aku berada di rumah, aku merasa baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ya kecuali hidup yang masih bergantung kepada orang tua, uang jajan yang masih minta, hidup di zona nyaman, tidak berani mengambil keputusan besar, dan hanya berkutat pada aktivitas repetitif yang mulai terasa membosankan.

Pada awal bulan, aku sudah mengetahui tentang adanya pendaftaran calon anggota KPPS. Tentu saja aku tidak berminat karena aku telah merencanakan upaya "pelarian diri" dari rumah sejak pertengahan bulan November kemarin. 

Tapi tapi tapi...

Aku harus mengubah rencanaku kembali. Aku ditunjuk untuk menjadi anggota KPPS menggantikan ibuku. Ya mau tidak mau aku menerimanya. Tidak ada alasan untuk diriku menolaknya. Tidak ada salahnya juga untuk mencoba. 

Apakah ini adalah awal? Aku anggap seperti itu. Siapa tahu setelah menjalani ini, aku menemukan hal baru yang selama ini aku cari, pekerjaan impian. Memangnya aku memiliki pekerjaan impian? Sebenarnya iya. Tapi aku ragu bagaimana harus mewujudkannya, bagaimana harus memulainya. Bekerja di belakang layar adalah impianku. Meskipun tidak diketahui oleh umum, aku sangat yakin tentang adanya diriku dan pentingnya diriku berada di sana. Aku tidak tertarik menjadi pusat perhatian banyak orang. Sebenarnya tidak masalah jika berada di depan. Namun, jika aku berada di sana, aku harus menyiapkan diri  sebaik mungkin dan mengumpulkan energi yang cukup besar. Kurasa itu kurang cocok dengan diriku yang introver ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA PUN

Sejujurnya, ada hal yang mengusik pikiranku selama 7 bulan terakhir ketika aku membuka akun blogger ini. Selain mengusik, hal itu juga menjadi pertanyaan yang ingin aku temukan jawabannya. Adalah, Bagaimana mungkin orang-orang bisa membaca tulisan-tulisanku? Dari pencarian yang mana, mereka bisa sampai di halaman yang isinya hanya omong kosong? Apakah itu sebuah ketidaksengajaan? Atau mungkin saja, sengaja? Dalam setiap tulisanku selama 7 bulan ini, ada beberapa orang yang melihatnya. Jumlahnya tak banyak, bisa dihitung dengan jari tangan kanan.  Memang, aku ingin menjadi penulis yang terkenal. Tapi, rasanya aneh jika ada orang yang membaca tulisanku. Aku? Merasa tidak percaya diri ketika ada orang yang membacanya. Kebiasaanku yang mungkin "buruk" ketika aku menulis adalah aku tidak bisa membaca kembali apa yang sudah aku tulis. Rasa yang aku berikan ketika aku menulis dengan rasa ketika aku telah selesai menulisnya itu sangat berbeda, menurutku. Ada tulisan yang aku buat ket...

PILIHAN, BEBAS ATAU MENGUNTUNGKAN?

Hm....  Tentang sebuah pilihan menurut pandangan filsafat, tulisan populerku sebagai tugas ujian akhir semester mata kuliah Filsafat Ilmu dan Manusia.  Pilihan, Yang Bebas atau Yang Menguntungkan?  Sebuah judul yang dapat dikaitkan dengan dua teori filsafat, eksistensialisme dan pragmatisme. Ketika kita mau membuat sebuah keputusan, berdasarkan apa?  Pertama , teori eksistensialisme , menekankan pada pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna dalam kehidupan . Dalam eksistensialisme, individu dianggap bebas untuk membuat keputusan dan menciptakan makna hidupnya, meskipun dunia ini mungkin tidak memberikan makna yang jelas atau objektif. Filsafat eksistensialisme berfokus pada pengalaman hidup yang nyata, mengakui ketidakpastian dan absurditas hidup, serta memperjuangkan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. Kedua , teori pragmatisme , pilihan harus didasarkan pada apa yang bekerja secara praktis dan efektif dalam situasi nyata di ...

SIBUK

Hari ini aku terlupa untuk menulis kisahku. Jadi aku menuliskan kisahku pada hari di keesokan harinya. Tidak ada niatan untuk melupakan. Tapi hari ini sungguh melelahkan bagiku. Aku memiliki pengalaman baru untuk menjelajah salah satu pasar besar di kecamatan. Sebenarnya tidak ada bedanya dengan psar-pasar yang telah kukunjungi sebelumnya. Namun, aku baru kali ini memasukinya dan berbelanja sendiri. Aku ditemani oleh sepupuku yang telah terbiasa berbelanja di pasar ini. Jadi aku tidak khawatir kalau aku akan tersesat dan tidak tahu jalan keluar. Hari yang sibuk. Sejak pukul 6 pagi, aku sudah naik motor. Selain berkeliling pasar, aku juga membeli beberapa jajanan di alun-alun yang sebelumnya belum pernah kulakukan. Melelahkan, tapi menyenangkan. Mungkin kalimat itu yang bisa mewakili. Bagaimana tidak, jika di total selama sehari, mungkin sekitar 4 jam aku berada di jalan dengan motorku, dengan aku yang selalu di depan. Total perjalanan yang bisa mengantarkanku untuk sampai ke Jogja lagi...