Langsung ke konten utama

Postingan

TUJUAN HIDUP

TUJUAN HIDUP? Apa itu? Aku masih bertanya-tanya, apa itu tujuan hidup? Bagaimana tujuan hidup itu tercipta dan bekerja? 32 hari di tahun 2023. Dan aku masih tetap sama. Dengan kebingungan dan kegamangan hidup. Aku masih tidak tahu, mungkin lebih tepatnya belum menemukan tujuan hidup Padahal pikiranku sudah mengarah untuk mempunyai tujuan hidup Entah mengapa hingga detik ini tujuan hidupku masih belum jelas Tujuan hidup yang belum tentu arahnya ke mana Untuk apa aku hidup? Apa hal-hal yang bisa aku capai dalam hidup? Setelah menonton salah satu video Youtube tentang bagaimana menentukan tujuan hidup, ada beberapa poin yang menurutku menarik.  Cara Menentukan Tujuan Hidup 1. Tujuan hidup itu dibentuk. Bukan ditemukan. 2. Jangan pikirkan soal apa yang harus kamu lakukan. Tapi pikirkan apa yang bisa kamu lakukan.  3. Menentukan tujuan hidup sebenarnya sederhana, tapi tidak gampang.  4. Kita harus mencari tahu, hal-hal apa saja yang kita suka, yang benar-benar membuat kamu lup...

Ibarat

Tahun 2023 baru berjalan 4 hari. Tapi... Entah mengapa bayangan beratnya tahun ini sudah terasa. Masih adakah kemungkinan akan adanya harapan? Aku selalu yakin, harapan itu memang ada. Masih terbayang jelas kejadian itu.  Ketika aku berada dalam bibir jurang yang paling dalam dan gelap. Aku sudah berdiri di ujungnya. Tanpa aku sadari. Tinggal selangkah lagi, maka aku akan jatuh ke dalamnya. Sebelum aku sampai di tepi itu, ada tali yang mengikatku. Tali yang menjadi penghubung antara aku dengan orang-orang di sekitarku. Tali itu sangat kuat. Orang-orang yang mengetahui bahwa aku akan jatuh, sekuat tenaga menarik tali yang terhubung denganku. Orang tua, teman-teman, dan guru. Sekuat apapun orang-orang menariknya agar aku tidak semakin mendekati jurang, sekuat itu pula aku berusaha melepaskan diri dari ikatannya. Tidak ingin terikat dan hanya ingin bebas berlari menuju jurang.  Ketika orang-orang sudah tampak lelah dan membiarkanku terlepas, harapan itu ada. Tuhanku tidak ingin m...

HARAPAN

Hai.... Lelah ya... Lelah ya sama dirimu sendiri... Lelah ya melihat ketertinggalan dirimu jika dibandingkan dengan orang lain... Merasa sudah berjuang sekuat tenaga Tapi ternyata masih begini-begini saja rasanya Pun juga orang yang melihat ke arah kita Tak ada perubahan yang berarti Baik bagi diri sendiri maupun masa depan  Apakah dalil, "setiap orang memiliki jalannya masing-masing!" masih berlaku? Mengapa rasanya jalanku panjang sekali Teman-temanku sudah sampai di jalan suksesnya mereka Mengapa aku masih tetap di lubang jalanku? Kapan aku bakal sampai ke jalan suksesku? Masih lamakah? Atau sebentar lagi? 2022 bakal berakhir 2023 akan menyambut Tinggal menghitung dengan jari Semua yang terjadi di 2022 akan menjadi kenangan Entah kenangan buruk yang hanya melukai hati  Entah kenangan baik yang membekas menjadi rasa bahagia bagi diri Bukankah kamu masih memiliki harapan esok hari? Bukankah hari baru adalah harapan baru? Teruslah berharap akan kebahagiaan. Cepat atau lambat, ...

Terima Kasih

 Hai kamu... Terima kasih ya... Sudah bertahan sampai detik ini. Terima kasih, telah sampai di detik ini. Terima kasih, kamu masih semangat menjalani hari ini. Pasti tidak mudah kan untuk melewati semua ini, tapi ternyata kamu bisa kuat.  Kamu bisa tetap kokoh berdiri di tengah semua rasa yang menghampirimu. Lelah, sedih, stres,  dan tertekan, semua pernah kamu rasakan. Kamu tahu, siapa musuh terbesarmu? Jawabannya adalah dirimu sendiri. Ketika tidak ada lagi orang-orang yang menjadi lawanmu, kamu harus bisa melawan dirimu sendiri. Kamu harus menghadapi dirimu; ketakutanmu, kemalasanmu, kekhawatiranmu, kecemasanmu, kelelahanmu, keputusasaanmu, dan yang lainnya. Satu kunci yang harus kamu pegang, kamu harus selalu tersenyum. Bagaimanapun keadaannya, kamu yang mencakup jiwamu, hatimu, juga pikiranmu harus seneng. Beban bukan beban jika dilakukan dengan hati yang gembira. Lelah bukan lelah jika dilakukan dengan jiwa yang bahagia. Jalani sepenuh hati.  Jalani dengan kesu...

RASA (!?)

Kuatku... Bukan seperti apa yang orang lain lihat. Lemahku... Bukan seperti apa yang orang lain tahu. Tangisku... Bukan seperti apa yang orang lain pahami. Bahagiaku... Bukan seperti apa yang orang lain mengerti. Entah rasa yang mana yang terasa benar bagi dua belah pihak, diriku dan orang lain. Yang ketika rasa itu hadir, aku menyambutnya dengan rasa lapang dan orang lain yang memandangnya merasa tidak ada yang spesial.   "Oh, ini yang sedang aku rasakan..." "Ini rasa yang biasa. Bukan luar biasa." "Bukan rasa yang menganggu. Bukan rasa yang menghantui selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun lamanya." "Rasa yang adil. Seimbang dan tidak berat sebelah." "Tidak apa-apa!" Rasanya berlebihan sekali, Ketika rasa itu hadir, aku menyalahkan apa-apa yang berada di luarku. Bukankah aku sendiri yang dapat menciptakan rasa-rasa itu? Memang, yang di luar diriku dapat membawa pengaruh. Tapi bukankah hanya diriku sendiri yang dapat memvalidasinya?...

Aku

Lebih baik sendiri ya? Memikirkan dan fokus ke diri sendiri dulu... Bilang kangen pun juga tidak ada respon Seperti bercerita kepada dinding yang dingin Ia tetap diam dan membisu Beku bagaimana pun keadaan di sekitarnya Ia akan kekeh menjadi dirinya yang tanpa pengaruh apapun Tidak peduli dengan orang di sekitarnya Mau dipaksakan juga ia akan tetap seperti itu Diubah dengan berbagai cara pun tak akan mempan Yang mampu mengubahnya ya dirinya sendiri Ya ya ya.... Apa yang aku rasakan mungkin lebih baiknya tidak pernah diungkap Apa gunanya diungkapkan jika yang terjadi hanya pengabaian? Buang-buang waktu saja kan? Hahahaha lucu... Aku mencintai seseorang yang perhatiannya tidak pernah ada untukku Meskipun aku tahu, dia juga mencintaiku Tapi apa benar seperti itu? Atau hanya aku yang terlalu berlebihan menganggapnya juga mencintaiku? Dasar perempuan, semuanya didasarkan pada perasaan Padahal yang hanya memiliki perasaan hanya dirimu, belum tentu juga dirinya.

Rindu Sajak

Hai angin... Kau terlalu kencang berhembus Dingin yang kau bawa terasa menusuk tulang Namun hangat menembus sanubari Membuat diri bergetar begitu hebat merasakan apa yang telah Tuhanku ciptakan Tentang diri dan apa yang mengelilingi Jagat raya menjadi saksi  Betapa kecilnya diri ini Tak sanggup bangkit tanpa ada yang entitas yang menggerakkan Bersyukur masih diberi kekuatan untuk menjalani hari demi hari Hingga akhir nanti