Langsung ke konten utama

Postingan

MULTITUGAS

 Aku perlu menuliskan tentang maksud dari judul yang aku tulis untuk cerita yang akan tuangkan kali ini terlebih dahulu. Multitugas (dalam bahasa Inggris disebut dengan multitasking ) menurut KBBI berarti aksi melakukan beberapa tugas dalam waktu  yang bersamaan.  Satu semester aku kuliah di jurusan Psikologi, aku merasa lebih pandai dalam menilai dan memahami diriku sendiri daripada sebelumnya. Terlebih tentang "sesuatu" yang membentuk diriku hingga menjadi sekarang ini. Aku akan bercerita tentang pola aktivitasku ketika masa dewasa yang setelah aku ingat-ingat kembali, telah terbentuk sejak aku kecil. Dan itu "dibiasakan" dan menjadi "kebiasaan" hingga saat ini.  Seperti judul tulisan ini, multitugas. Mungkin orang-orang merasa asing dengan kata multitugas yang bagi diriku juga kata asing yang baru aku ketahui. Tapi, akan kugunakan dalam tulisan ini sebagai kata yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.  Aku yang sekarang ini, aku menyadari bahwa ...

PILIHAN, BEBAS ATAU MENGUNTUNGKAN?

Hm....  Tentang sebuah pilihan menurut pandangan filsafat, tulisan populerku sebagai tugas ujian akhir semester mata kuliah Filsafat Ilmu dan Manusia.  Pilihan, Yang Bebas atau Yang Menguntungkan?  Sebuah judul yang dapat dikaitkan dengan dua teori filsafat, eksistensialisme dan pragmatisme. Ketika kita mau membuat sebuah keputusan, berdasarkan apa?  Pertama , teori eksistensialisme , menekankan pada pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna dalam kehidupan . Dalam eksistensialisme, individu dianggap bebas untuk membuat keputusan dan menciptakan makna hidupnya, meskipun dunia ini mungkin tidak memberikan makna yang jelas atau objektif. Filsafat eksistensialisme berfokus pada pengalaman hidup yang nyata, mengakui ketidakpastian dan absurditas hidup, serta memperjuangkan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. Kedua , teori pragmatisme , pilihan harus didasarkan pada apa yang bekerja secara praktis dan efektif dalam situasi nyata di ...

Resolusi 2025

Sejak mempublikasikan tulisanku tentang Akhir 2024, hingga sekarang aku terus memikirkan tentang resolusiku di tahun 2025. Namun, ternyata hingga hampir pergantian tahun, aku belum juga menemukan apa yang harus aku capai di 2025. Jika di tahun 2024, aku secara spesifik dapat menyebutkan bahwa resolusiku adalah untuk tidak berurusan istri/tunangan/pacar orang lain, maka di tahun 2025 aku akan? Akan apa? Aku belum tahu harus apa.  Malam tahu baru ini juga bertepatan dengan Malam 1 Rajab, yang katanya doanya tidak bakal tertolak. Aku meminta diberikan limpahan rezeki dan nikmat; nikmat sehat, nikmat beribadah, nikmat mencari ilmu, nikmat bekerja, dan nikmat bermanfaat untuk orang lain. Jika tahun ini memang tahunku untuk menikah, aku ingin Allah menyiapkan diriku: usia, fisik, finansial, mental, emosi, sosial, moral, interpersonal, keterampilan hidup, dan kesiapan intelektual yang dapat menjadi bekal untuk berumahtangga dan menjadi ibu yang baik. Jika memang tahun ini belum menjadi ta...

50 BUKU

Tulisan ini memuat daftar 50 buku yang telah selesai aku baca, sebagai berikut: Balada Cito Citi 1: Gampang Sayang, Gampang Kangen - Edi AH Iyubenu Cantik Itu Luka - Eka Kurniawan Tuhan Maha Asyik 1 - Sujiwo Tedjo Belajar Mudah Kaedah Ushul Fiqih Ala Bucin - Edi AH Iyubenu Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer You Are What You Think You Are What You Believe - Cahyo Satria Wijaya Pulang Pergi - Tere Liye Rapijali 1 Mencari - Dee Lestari Kata - Rintik Sedu Perempuan, Jika Itulah Namamu - Kang Maman Seni Memahami Pria - Claudia Sabrina Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer Novelet Madre - Dee Lestari Rapijali 2 Menjadi - Dee Lestari Hati Suhita - Khilma Anis Waria, Laknat atau Kodrat!? - Zunly Nadia Sang Pemimpi - Andrea Hirata Sebelas Patriot - Andre Hirata Filosofi Teras - Henry Manampiring Rapijali 3 Kembali - Dee Lestari Petir - Dee Lestari Akar - Dee Lestari Laut Bercerita - Leila S. Chudori Travel in Love - Liang Lu & Li Qi Partikel - Dee Lestari Seni Memah...

AKHIR 2024

Tinggal beberapa jam lagi, 365 hari akan terlewati. Berganti hari, bulan, dan juga tahun. 2025 menanti sebentar lagi. Refleksi akhir tahun tentu harus aku lakukan, untuk menengok apa yang telah aku lakukan selama satu tahun ini. Jika tahun 2022 terasa berat, tahun 2023 terasa seimbang, maka di tahun 2024 aku merasa entahlah... Aku tidak bisa mendefinisikan tahun ini seperti apa secara pasti. Ada yang bisa memberikan definisi yang tepat? Tahun ini, banyak hal baru yang aku lakukan. Banyak keputusan besar yang aku buat.  Januari, proses meyakinkan dan membuka diri setelah 7 bulan menganggur. Februari, aku menjadi KPPS PEMILU, pekerjaan pertamaku.  Maret, aku menjadi guru RA, pekerjaan yang tidak pernah aku inginkan sebelumnya. April, lebaran. Mei, hidup merasa begini-begini saja (baca: stres) dan pergi ke Jogja secara diam-diam menjadi pilihan. Dan setelah pulang dari Jogja, aku bertekad untuk kuliah Psikologi seperti keinginanku 12 tahun yang lalu.  Juni, aku menjadi PANTA...

HIDUP

Empat bulan telah berlalu. Rasanya seperti aku lupa tidak menengok "rumah" yang dulu sering aku kunjungi hampir setiap hari, meninggalkan jejak melalui tulisan tanpa arti. Aku kembali, di satu hari di penghujung November. Benar, lima hari lagi akan berganti menjadi Desember. Bagaimana kabarku yang sekarang? Tentunya aku baik-baik saja. Kamu dapat mengetahui itu dari kata-kata yang aku susun dalam episode ini.  Sudah 2,5 bulan, aku berada di tempat yang "baru", tempat yang aku cita-citakan sejak dahulu. Rasanya masih seperti mimpi 7 tahun yang lalu. Ternyata, banyak cara pandang yang berubah, banyak hal baru yang harus dicoba, banyak perasaan yang harus dirasakan, banyak kegiatan yang harus dijalani, banyak tugas yang harus diselesaikan, banyak teori dan materi yang harus dipelajari, banyak orang yang harus ditemui untuk membangun koneksi, dan banyak lagi yang lainnya. Aku tidak terlalu berpikir berlebihan lagi tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Mencoba men...

LAMA

Selamat malam wahai diriku sendiri... Telah lama dirimu tidak menuangkan apa yang ada dalam pikiranmu ke dalam bentuk kata-kata pada media yang dahulu hampir setiap hari kamu kunjungi. Tulisan terakhir bertanggal 5 Mei 2024 tentang sebuah novel berjudul Di Tanah Lada.  Dua pekan kemudian, aku melakukan perjalanan dalam rangka "menenangkan diri" (anggap saja seperti itu). Dari perjalanan yang hanya berlangsung 3 hari, tak kusangka membawa dampak yang cukup kuat dalam diriku sendiri. Entah karena tempat yang kukunjungi atau pun orang-orang yang kutemui selama perjalanan, aku tidak tahu hal itu. Perjalanan tersebut membawa perubahan dalam diriku terutama emosionalku.  Entah mengapa, aku menemukan semangat dan motivasi baru. Tidak seperti sebelumnya, energi positif lebih mendominasi daripada emosi negatif untuk saat ini. Jika dahulu, tanpa ada sebab yang jelas, aku bisa tiba-tiba merasakan sedih dan beberapa kali hingga menangis. Stres? Mungkin hal tersebut benar. Setelah pulang ...