Langsung ke konten utama

50 BUKU

Tulisan ini memuat daftar 50 buku yang telah selesai aku baca, sebagai berikut:
  1. Balada Cito Citi 1: Gampang Sayang, Gampang Kangen - Edi AH Iyubenu
  2. Cantik Itu Luka - Eka Kurniawan
  3. Tuhan Maha Asyik 1 - Sujiwo Tedjo
  4. Belajar Mudah Kaedah Ushul Fiqih Ala Bucin - Edi AH Iyubenu
  5. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer
  6. You Are What You Think You Are What You Believe - Cahyo Satria Wijaya
  7. Pulang Pergi - Tere Liye
  8. Rapijali 1 Mencari - Dee Lestari
  9. Kata - Rintik Sedu
  10. Perempuan, Jika Itulah Namamu - Kang Maman
  11. Seni Memahami Pria - Claudia Sabrina
  12. Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer
  13. Novelet Madre - Dee Lestari
  14. Rapijali 2 Menjadi - Dee Lestari
  15. Hati Suhita - Khilma Anis
  16. Waria, Laknat atau Kodrat!? - Zunly Nadia
  17. Sang Pemimpi - Andrea Hirata
  18. Sebelas Patriot - Andre Hirata
  19. Filosofi Teras - Henry Manampiring
  20. Rapijali 3 Kembali - Dee Lestari
  21. Petir - Dee Lestari
  22. Akar - Dee Lestari
  23. Laut Bercerita - Leila S. Chudori
  24. Travel in Love - Liang Lu & Li Qi
  25. Partikel - Dee Lestari
  26. Seni Memahami Wanita - Claudia Sabrina
  27. Ajaran-Ajaran Gus Dur - Nur Kholik Ridwan
  28. Atomic Habits - James Clear
  29. Siapa Takut Jatuh Cinta - Tiana S. Wijono
  30. Saat Kuncup Cinta Mekar di Hari - Badiatul Muchlisin A.
  31. The Psychology of Money - Morgan Housel
  32. Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela - Tetsuko Kuroyanagi
  33. Sean & Valeria - Matchamallow
  34. Rayhan & Angela - Matchamallow
  35. His Wedding Organizer - Retni S.B. 
  36. Daniel & Nicolette I - Matchamallow
  37. Daniel & Nicolette II - Matchamallow
  38. Islam Tuhan Islam Manusia - Haidar Bagir
  39. Brain Based Parenting - Ayuwidia Ekoputri
  40. Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
  41. The Danish Way of Parenting - Jessica & Iben
  42. Agama Adalah Cinta, Cinta Adalah Agama - Edi AH Iyubenu
  43. Pangeran Kecil (Le Petit Prince) - Antoine de Saint-Exupéry
  44. Islam dan Pembebasan - Asghar Ali Engineer
  45. Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono
  46. Second Sister (Putri Kedua) - Chan Ho-Kei
  47. Jakarta Sebelum Pagi - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
  48. Sang Alkemis - Paulo Coelho
  49. Kepingan Supernova - Dee Lestari
  50. Ada Nama Yang Abadi di Hati Tapi Tak Bisa Dinikahi - Kang Maman
Yang aku tebali di atas adalah buku-buku terbaik yang pernah aku baca, tentunya versi diriku. 😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA PUN

Sejujurnya, ada hal yang mengusik pikiranku selama 7 bulan terakhir ketika aku membuka akun blogger ini. Selain mengusik, hal itu juga menjadi pertanyaan yang ingin aku temukan jawabannya. Adalah, Bagaimana mungkin orang-orang bisa membaca tulisan-tulisanku? Dari pencarian yang mana, mereka bisa sampai di halaman yang isinya hanya omong kosong? Apakah itu sebuah ketidaksengajaan? Atau mungkin saja, sengaja? Dalam setiap tulisanku selama 7 bulan ini, ada beberapa orang yang melihatnya. Jumlahnya tak banyak, bisa dihitung dengan jari tangan kanan.  Memang, aku ingin menjadi penulis yang terkenal. Tapi, rasanya aneh jika ada orang yang membaca tulisanku. Aku? Merasa tidak percaya diri ketika ada orang yang membacanya. Kebiasaanku yang mungkin "buruk" ketika aku menulis adalah aku tidak bisa membaca kembali apa yang sudah aku tulis. Rasa yang aku berikan ketika aku menulis dengan rasa ketika aku telah selesai menulisnya itu sangat berbeda, menurutku. Ada tulisan yang aku buat ket...

Tidak Realistis

“Aku memiliki target menikah di atas umur 23 dan di bawah 25 tahun,” pikiranku di usia 19 tahun pada saat itu. Mungkin di waktu itu, adalah sangat realistis jika menginginkannya terjadi beberapa tahun kemudian. Dulu… Dan, sekarang, di umurku yang akan genap 25 tahun pada 5 bulan yang akan datang, merasa bahwa memiliki target untuk menikah di usia tertentu adalah pikiran yang sangat tidak realistis. Kenapa? Karena, menikah bukan hanya tentang diri sendiri, melainkan juga orang lain. Jika biasanya, memiliki target pribadi seperti memiliki pekerjaan tetap dan tabungan yang banyak, menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu, mengunjungi tempat-tempat yang indah, dan yang lainnya dapat diusahakan sendiri, maka menikah merupakan persoalan yang lain. Target pribadi yang telah aku sebutkan di atas, peranan usaha dari sendiri untuk mewujudkannya dan takdir Tuhan yang telah ditetapkan adalah seimbang, 50% 50%. Sedangkan untuk menikah, aku tidak tahu persis bagaimana komposisi peranannya, apakah...

Random #1

"Kenapa ayam jarinya 4? Kenapa gak 5 kayak manusia? Atau kenapa manusia jarinya ada 5? Kenapa gak 4 kayak ayam?" Kenapa ayam jarinya 4? Ayam, seperti burung lainnya, merupakan keturunan dari dinosaurus theropoda. Dalam proses evolusi jutaan tahun, bentuk tubuh mereka beradaptasi agar efisien untuk bertahan hidup. Kaki ayam (dan burung umumnya) memiliki empat jari : tiga menghadap ke depan dan satu ke belakang (disebut hallux ). Ini bukan asal-asalan. Pola ini sangat berguna untuk bertengger di ranting , berjalan di tanah , dan dalam beberapa spesies, mencengkram mangsa atau benda . Jari kelima tidak mereka perlukan, jadi dalam perjalanan evolusi, jari kelima mengecil atau hilang karena tidak memberikan keuntungan bertahan hidup. Dalam evolusi, yang tidak berguna akan menghilang , dan yang berguna akan dipertahankan dan disempurnakan . Kenapa manusia jarinya 5? Kenapa gak 4? Manusia (dan mamalia umumnya) memiliki lima jari karena berasal dari nenek moyang vertebrata berkaki e...