Langsung ke konten utama

Tentang Pacaran

Assalmualaikum....
Selamat malam wahai sahabat....
Apa kabar?
Semoga sahabat selalu dalam perlindungan-Nya
Oke, kali ini penulis akan menulis "Tentang Pacaran"
#Part1
Pacaran?
Definisi pacaran atau apa itu pacaran, penulis serahkan pada pembaca. Penulis yakin, masing-masing pembaca mempunyai definisi masing-masing. Penulis, apakah Anda pernah pacaran? jawabannya adalah iya, beberapa kali, namun akhirnya yang terakhir begitu menyakitkan hingga penulis mengalami trauma untuk menjalin hubungan lagi dengan seorang pria. Mengapa? Itulah yang menjadi alasan penulis tentang hal ini. Nah, pada sekarang ini, banyak yang cowok dan cewek mengaku tidak ada hubungan pacaran, tapi apa yang dilakukan sama seperti orang pacaran. Pacaran sering dianggap negatif oleh kebanyakan orang. Kalau orang pacaran itu hubungannya pasti dan lebih jelas untuk dijuluki "oh.... mereka pacaran". Lha terus bagaimana dengan yang tidak ada ikatan pacaran tapi yang mereka lakukan seperti orang yang pacaran? Kalau menurut penulis sendiri sih, hubungannya penuh dengan "ketidakpastian",dibilang temen juga lebih, dibilang pacaran juga enggak, terus yang bener apa? Saling menjaga hati?  Banyak yang bilang gitu sih.Tapi belum tentu juga yang pacaran pasti bakal menikah, karena kita tidak ada yang tahu tentang masa depan.
Aneh memang, tapi entahlah... semua tergantung pribadi masing-masing yang menjalani.

Jika lelah maka istirahatlah
Jika lapar cepatlah makan
Lebih baik teman tapi menikah
Daripada pacaran tapi menyesatkan
Sekian.
Wassalamu'alaikum...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA PUN

Sejujurnya, ada hal yang mengusik pikiranku selama 7 bulan terakhir ketika aku membuka akun blogger ini. Selain mengusik, hal itu juga menjadi pertanyaan yang ingin aku temukan jawabannya. Adalah, Bagaimana mungkin orang-orang bisa membaca tulisan-tulisanku? Dari pencarian yang mana, mereka bisa sampai di halaman yang isinya hanya omong kosong? Apakah itu sebuah ketidaksengajaan? Atau mungkin saja, sengaja? Dalam setiap tulisanku selama 7 bulan ini, ada beberapa orang yang melihatnya. Jumlahnya tak banyak, bisa dihitung dengan jari tangan kanan.  Memang, aku ingin menjadi penulis yang terkenal. Tapi, rasanya aneh jika ada orang yang membaca tulisanku. Aku? Merasa tidak percaya diri ketika ada orang yang membacanya. Kebiasaanku yang mungkin "buruk" ketika aku menulis adalah aku tidak bisa membaca kembali apa yang sudah aku tulis. Rasa yang aku berikan ketika aku menulis dengan rasa ketika aku telah selesai menulisnya itu sangat berbeda, menurutku. Ada tulisan yang aku buat ket...

PILIHAN, BEBAS ATAU MENGUNTUNGKAN?

Hm....  Tentang sebuah pilihan menurut pandangan filsafat, tulisan populerku sebagai tugas ujian akhir semester mata kuliah Filsafat Ilmu dan Manusia.  Pilihan, Yang Bebas atau Yang Menguntungkan?  Sebuah judul yang dapat dikaitkan dengan dua teori filsafat, eksistensialisme dan pragmatisme. Ketika kita mau membuat sebuah keputusan, berdasarkan apa?  Pertama , teori eksistensialisme , menekankan pada pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab pribadi, dan pencarian makna dalam kehidupan . Dalam eksistensialisme, individu dianggap bebas untuk membuat keputusan dan menciptakan makna hidupnya, meskipun dunia ini mungkin tidak memberikan makna yang jelas atau objektif. Filsafat eksistensialisme berfokus pada pengalaman hidup yang nyata, mengakui ketidakpastian dan absurditas hidup, serta memperjuangkan kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. Kedua , teori pragmatisme , pilihan harus didasarkan pada apa yang bekerja secara praktis dan efektif dalam situasi nyata di ...

SIBUK

Hari ini aku terlupa untuk menulis kisahku. Jadi aku menuliskan kisahku pada hari di keesokan harinya. Tidak ada niatan untuk melupakan. Tapi hari ini sungguh melelahkan bagiku. Aku memiliki pengalaman baru untuk menjelajah salah satu pasar besar di kecamatan. Sebenarnya tidak ada bedanya dengan psar-pasar yang telah kukunjungi sebelumnya. Namun, aku baru kali ini memasukinya dan berbelanja sendiri. Aku ditemani oleh sepupuku yang telah terbiasa berbelanja di pasar ini. Jadi aku tidak khawatir kalau aku akan tersesat dan tidak tahu jalan keluar. Hari yang sibuk. Sejak pukul 6 pagi, aku sudah naik motor. Selain berkeliling pasar, aku juga membeli beberapa jajanan di alun-alun yang sebelumnya belum pernah kulakukan. Melelahkan, tapi menyenangkan. Mungkin kalimat itu yang bisa mewakili. Bagaimana tidak, jika di total selama sehari, mungkin sekitar 4 jam aku berada di jalan dengan motorku, dengan aku yang selalu di depan. Total perjalanan yang bisa mengantarkanku untuk sampai ke Jogja lagi...